Home / Berita Umum / Anggota DPR Aceh Minta Game PUBG Diblokir

Anggota DPR Aceh Minta Game PUBG Diblokir

Anggota DPR Aceh Minta Game PUBG Diblokir – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh keluarkan fatwa haram bermain game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) serta sejenisnya. Sesudah terdapatnya fatwa, anggota DPR Aceh (DPRA) Asrizal H Asnawi minta pemerintah memblok permainan perang itu.

“Implementasi dari fatwa ini dapat direalisasikan berbentuk mencegah atau penutupan (game PUBG) oleh Kominsa atau faksi penyuplai service telekomunikasi (provider) di Aceh,” kata Asrizal dalam infonya, Jumat (21/6/2019).

Menurut Asrizal, fatwa yang dikeluarkan ulama Aceh harus dikawal serta disosialisasikan oleh pemerintah. Diluar itu, Dinas Syariat Islam kabupaten/kota di Aceh, harus juga ajak faksi berkaitan untuk keluarkan maklumat bersama dengan berkaitan fatwa.

Maklumat itu, tuturnya, bisa berupa surat edaran yang ditempel di beberapa tempat keramaian, diantaranya tempat yang mempunyai sarana internet. Bila edaran tidak diindahkan, Asrizal merekomendasikan polisi syariat merazia ke warung-warung kopi.

“Pokoknya harus ada unit yang menjaga fatwa ini, apa dari Kominsa atau Satpol PP serta WH. Ini penting untuk jaga marwah serta kewibawaan fatwa MPU Aceh,” papar politikus PAN ini.

“Jadi ini bukanlah bermain-main, ditambah lagi fatwa itu diedarkan sesudah lewat sidang paripurna MPU Aceh sepanjang tiga hari. Sudah pasti dikaji dari semua bagian. Karena itu, saat ini pekerjaan Dinas Syariat serta WH pastikan jika fatwa MPU ini harus ditegakkan, tidak bisa ada yang memandang mudah, ditambah lagi sampai berbuat tidak etis,” jelasnya.

Menurut Asrizal, MUI Pusat telah mewacanakan untuk bikin fatwa berkaitan permainan game PUBG.

“Kita mengucapkan syukur Aceh telah memfatwakannya. Kita mengharap Menkominfo tangkap baik inspirasi ini, supaya ingin memblok game ini untuk daerah Indonesia,” ucap Asrizal.

About admin